Mengapa MCB trip tepat di jam paling sibuk
Di siang hari restoran hanya memakai sebagian kecil dari daya tersambungnya. Saat makan malam, setiap kompresor AC bekerja penuh di ruangan yang penuh tamu, blower hood berputar di kecepatan tertinggi, fryer dan oven memulihkan suhunya dan mesin cuci piring memanaskan air. MCB pembatas PLN dan MCB Anda sendiri bereaksi terhadap arus, dan pada saat itu arusnya adalah jumlah dari semuanya.
Dua hal mengubah daya yang pas-pasan menjadi daya yang sering trip. Pertama, fasa tidak seimbang: sebagian besar peralatan memakai satu fasa, dan jika peralatan itu kebanyakan terpasang di satu fasa, fasa itulah yang trip sementara fasa lainnya masih longgar. Kedua, tebakan: dapur gas dan dapur listrik dengan jumlah kursi yang sama membutuhkan daya yang sangat berbeda, seperti terlihat pada contoh di bawah.
Langkah 1: susun daftar beban
Catat setiap beban beserta dayanya, fasanya dan cara kerjanya, dengan daya yang diambil dari nameplate, bukan dari angka besar di brosur. Di tahap desain, sebelum ada peralatan yang dibeli, kami memakai nilai perencanaan lalu menggantinya dengan data nameplate kemudian.
| Kelompok beban | Sumber angka kW | Nilai perencanaan |
|---|---|---|
| AC | Nameplate outdoor unit, atau kapasitas pendinginan ÷ EER | EER 3,0 W/W, tanpa faktor kebutuhan |
| Blower exhaust dan make-up air | Nameplate motor, atau debit udara × daya kipas spesifik | 2,0 kW per m³/detik |
| Pencahayaan dan stopkontak | Layout pencahayaan dan sirkuit stopkontak | 20 W/m² sebagai angka awal |
| Peralatan masak listrik, booster mesin cuci piring, pemanas air, refrigerasi | Nameplate | Faktor kebutuhan menurut jumlah unit |
| Pompa, signage, sound system | Nameplate | 100% |
Nilai perencanaan dari kalkulator kami; dalam desain, nilai ini diganti dengan data peralatan yang dipilih.
Untuk AC, bagi kapasitas pendinginan dengan efisiensinya: pendinginan 10 kW dengan EER 3,0 W/W menarik daya sekitar 3,3 kW. Sejak Agustus 2020, batas minimum Indonesia untuk AC split dinding adalah 9,96 Btu/jam per watt, sekitar 2,9 W/W (Permen ESDM 57/2017), jadi 3,0 adalah nilai perencanaan yang wajar. AC dan ventilasi tidak diberi faktor kebutuhan: saat makan malam semuanya menyala.
Blower dapur menyala sepanjang jam layanan, dan justru beban inilah yang sering dilupakan pemilik. Sebelum blower dipilih, kami memakai 2,0 kW per m³/detik udara, di antara nilai sistem yang efisien dan rata-rata 3 kW per m³/detik yang ditemukan dalam audit terhadap hampir 500 sistem ventilasi di Swedia (AIVC Technical Note 65). Hitung blower exhaust dan blower make-up air lokal; udara transfer dari ruang makan ditarik oleh exhaust itu sendiri (lihat keseimbangan udara dapur).
Langkah 2: faktor kebutuhan untuk dapur
Termostat membuat fryer, oven dan pemanas air menyala dan mati bergantian, sehingga lini masak tidak pernah menarik seluruh total daya nameplate-nya sekaligus. National Electrical Code Amerika Serikat (NFPA 70, pasal 220.56) mengizinkan faktor kebutuhan untuk peralatan masak listrik komersial, booster heater mesin cuci piring, pemanas air dan peralatan dapur bertermostat lainnya. Ini bukan aturan Indonesia, tetapi acuan yang masuk akal, dan faktor ini tidak pernah berlaku untuk AC atau ventilasi.
| Jumlah unit dapur dalam daftar | Faktor kebutuhan |
|---|---|
| 1 atau 2 | 100% |
| 3 | 90% |
| 4 | 80% |
| 5 | 70% |
| 6 atau lebih | 65% |
NFPA 70, National Electrical Code, Tabel 220.56. Hasilnya tidak boleh lebih kecil dari jumlah daya dua unit terbesar.
Kalkulator kami memakai 70%, sedikit di atas nilai NEC untuk enam unit atau lebih. Jika dua unit terbesar, misalnya combi oven dan oven pizza, jumlahnya melebihi hasil itu, jumlah keduanyalah yang dipakai. Jika dapur benar-benar menyalakan semuanya dengan daya penuh secara bersamaan, jangan pakai faktor ini.
Langkah 3: dari kW ke kVA, ditambah cadangan daya
PLN menjual daya dalam volt-ampere, dan MCB trip karena arus, yang mengikuti kVA, bukan kW. Motor dan kompresor menarik sebagian arus yang tidak menghasilkan kerja berguna, sehingga kVA = kW ÷ faktor daya; kami merencanakan dengan 0,9. Pada sambungan tegangan menengah B-3, PLN juga menagih energi reaktif jika faktor daya rata-rata bulanan turun di bawah 0,85.
Lalu tambahkan cadangan daya 25% untuk peralatan yang akan Anda tambahkan di tahun-tahun pertama, misalnya satu unit AC lagi atau oven pizza listrik, sekaligus agar MCB tidak bekerja di batasnya pada malam yang panas. Di awal, cadangan ini murah: naik satu tingkat, dari 33 ke 41,5 kVA, menambah 8.500 VA × Rp 969 = sekitar Rp 8,2 juta biaya penyambungan PLN (Permen ESDM 27/2017). Di kemudian hari, biaya yang sama sering datang bersama kabel utama dan panel MDP yang baru.
Kirim daftar peralatan dapur, unit AC dan denah lantai. Kami menyusun daftar beban, mengecek pembagian fasa dan menentukan tingkat daya PLN yang Anda butuhkan, lengkap dengan cadangan.
Langkah 4: bulatkan ke atas ke tingkat daya PLN berikutnya
Tingkat daya PLN 3 phase tegangan rendah mengikuti MCB pembatas: rating MCB × 3 fasa × 220 V, dengan sedikit pembulatan. MCB 50 A memberi 3 × 220 × 50 = 33.000 VA. Selalu bulatkan ke atas, jangan pernah ke bawah.
| MCB per fasa | Daya tersambung |
|---|---|
| 35 A | 23.000 VA |
| 50 A | 33.000 VA |
| 63 A | 41.500 VA |
| 80 A | 53.000 VA |
| 100 A | 66.000 VA |
| 125 A | 82.500 VA |
| 160 A | 105.000 VA |
| 200 A | 131.000 VA |
| 250 A | 164.000 VA |
| 300 A | 197.000 VA |
Rating MCB × 3 × 220 V, dengan pembulatan PLN. Tingkat yang lebih kecil dimulai dari 6.600 VA; di atas 200 kVA, suplai beralih ke tegangan menengah.
Contoh hitungan: 60 kursi, dapur gas atau listrik
Restoran 60 kursi dengan ruang makan ber-AC seluas 120 m², dapur 40 m², serta wok dan grill gas di bawah hood dinding (wall canopy) sepanjang 3 m (beban berat). Perhitungan beban menghasilkan sekitar 48 kW pendinginan, dan porsi besar dari angka itu untuk udara luar lembap yang menggantikan 2.700 m³/jam udara yang ditarik hood melalui ruang makan. Metodenya sama dengan kalkulator exhaust dapur kami.
| Baris | Hitungan | Hasil |
|---|---|---|
| Exhaust hood | 3 m × 2.230 m³/jam per m, dibulatkan | 6.700 m³/jam |
| Make-up air lokal | 60% dari exhaust; 40% datang dari ruang makan | 4.020 m³/jam |
| Blower | (6.700 + 4.020) ÷ 3.600 = 2,98 m³/detik × 2,0 | 6,0 kW |
| AC | Pendinginan 48 kW ÷ EER 3,0 | 16,0 kW |
| Pencahayaan dan stopkontak | (120 + 40) m² × 20 W | 3,2 kW |
| Peralatan masak listrik | Dapur gas | 0 kW |
| Kebutuhan daya | 6,0 + 16,0 + 3,2 | 25,2 kW |
| Daya semu | 25,2 ÷ 0,9 | 28,0 kVA |
| Dengan cadangan 25% | 28,0 × 1,25 | 35,0 kVA |
| Tingkat daya PLN | Tingkat berikutnya di atas 35,0 kVA | 41.500 VA (63 A) |
Laju hood: minimum International Mechanical Code untuk hood dinding beban berat. Pembagian make-up air: CKV Design Guide 2.
Sekarang masak dengan listrik di ruangan yang sama: kompor induksi, fryer, combi oven dan salamander, dengan total nameplate 40 kW dalam enam unit atau lebih. Dengan faktor 70%, beban bertambah 28 kW: 53,2 kW, 59,1 kVA, 73,9 kVA dengan cadangan, dan tingkat dayanya menjadi 82.500 VA (125 A). Daya tersambung menjadi dua kali lipat dan biaya PLN sekitar Rp 40 juta lebih besar, jadi tentukan jenis dapur sebelum mengajukan permohonan ke PLN. Dapur gas tetap punya beban listrik (booster mesin cuci piring, refrigerasi, mesin kopi): catat dari nameplate, lalu di kalkulator masukkan ke kolom peralatan masak listrik.
Langkah 5: seimbangkan fasa
Tiga fasa berarti tiga suplai yang terpisah. Daya tersambung 41,5 kVA memberi sekitar 13,9 kVA per fasa (63 A × 220 V), dan MCB trip begitu salah satu fasa melampauinya. Jika 40% beban berada di satu fasa, restoran sudah trip pada total sekitar 35 kVA, meskipun di meteran tertulis 41,5.
- Pasang peralatan tiga fasa yang besar (outdoor unit AC, motor blower, oven besar) di ketiga fasa.
- Sebar unit AC, fryer dan kompor satu fasa ke semua fasa berdasarkan dayanya, bukan berdasarkan posisinya di panel.
- Ukur arus di setiap fasa selama satu layanan makan malam penuh, dan ulangi setiap kali ada peralatan baru.
- Beri label fasa pada setiap sirkuit, agar teknisi listrik berikutnya menambah beban ke fasa yang paling ringan.
B-2 atau B-3: apa yang berubah di atas 200 kVA
Hingga 200 kVA, usaha memakai tarif B-2 tegangan rendah: Rp 1.444,70 per kWh (PLN, Juli hingga September 2026, ditinjau setiap triwulan), sehingga setiap kilowatt yang menyala 12 jam sehari berbiaya sekitar Rp 520.000 per bulan. Biaya penyambungan adalah Rp 969 per VA hingga 100 kVA dan Rp 775 untuk 100 hingga 200 kVA, dan PLN dapat menerapkan faktor pengali hingga 1,5 sesuai kondisi daerah. Rekening minimum, 40 jam nyala × kVA tersambung × tarif, adalah 1.660 kWh atau sekitar Rp 2,4 juta per bulan untuk 41,5 kVA; restoran yang menarik 25 kW sudah memakainya dalam sekitar 66 jam layanan, jadi cadangan daya terutama hanya menambah biaya penyambungan yang dibayar satu kali.
Di atas 200 kVA berlaku tarif B-3 tegangan menengah: Rp 1.035,78 per kWh di luar waktu beban puncak (LWBP), K × 1.035,78 pada waktu beban puncak (WBP), dengan K ditetapkan PLN antara 1,4 dan 2, serta Rp 1.114,74 per kVArh jika faktor daya turun di bawah 0,85. Harga kWh yang lebih murah itu datang bersama trafo dan switchgear milik sendiri, ruang untuk keduanya dan proyek yang lebih panjang. Satu restoran biasanya tetap di B-2; hotel atau beach club dengan beberapa dapur sebaiknya membandingkan keduanya dengan cermat.
Sudah sering trip? Ukur dulu sebelum tambah daya
Di restoran yang sudah beroperasi, biasanya kami menemukan salah satu dari empat penyebab: daya tersambung yang dihitung untuk menu awal, satu fasa yang kelebihan beban, MCB atau kabel di panel SDP yang lebih kecil dari beban saat ini, atau pengaman arus bocor (RCD) yang trip karena kelembapan atau peralatan yang rusak; yang terakhir ini adalah gangguan, bukan masalah kapasitas. Kami lebih dulu merekam arus per fasa sepanjang satu layanan makan malam penuh; kadang penyeimbangan ulang sudah cukup sehingga tambah daya tidak diperlukan. Lihat audit MEP, instalasi listrik dan checklist engineering restoran.
- PLN: Penyesuaian tarif tenaga listrik Juli-September 2026 (B-2, B-3, rekening minimum)
- Permen ESDM 27/2017: biaya penyambungan PLN per VA, Lampiran I
- NFPA 70 National Electrical Code 2014, 220.56 dan Tabel 220.56 (salinan publik, Internet Archive)
- Permen ESDM 57/2017: efisiensi minimum dan label hemat energi untuk AC
- AIVC Technical Note 65: rekomendasi daya kipas spesifik (SFP), 2009
- CEC / FSTC: CKV Design Guide 2, Optimizing makeup air, 2004


